Sejarah Gipang: Jajanan Khas Solo yang Masih Eksis dan Diduga Berasal dari Tiongkok

Travel iKidangbang, SOLO- Di Kota Solo, Jawa Tengah, masih terdapat beberapa hidangan khas lama (masa lampau) yang tetap bertahan hingga saat ini.

Makanan tradisional tersebut memiliki riwayat panjang dalam perkembangan kuliner kota Solo.

Salah satu makanan khas lama yang terkenal di Solo adalah gipang atau jipang.

Sejarah Gipang

Gipang dibuat dari beras ketan yang dicampur dengan gula sebagai perekat.

Makanan ini hadir dengan tekstur renyah dan cita rasa manis yang membuatnya menjadi pilihan kesukaan berbagai kalangan usia.

Meskipun diminati di berbagai daerah Nusantara, gipang memiliki akar yang kuat khususnya di wilayah Jawa Tengah dan Banten.

Dalam jurnal "Gipang Sebagai Warisan Kuliner: Analisis Historis Kue Tradisional Banten" karya Mazaya Hanifa Risanda dan Arif Permana Putra dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (5 Juli 2024), dijelaskan bahwa gipang telah lama menjadi bagian dari budaya kuliner masyarakat setempat.

Bukan hanya sekadar camilan, gipang memiliki makna simbolis dalam berbagai tradisi.

Di dalam budaya Jawa dan Sunda, gipang sering digunakan sebagai bagian dari hantaran pernikahan, sebagai simbol keabadian dan ikatan yang kuat.

Di beberapa wilayah lain seperti Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi, gipang juga muncul dalam acara perayaan, selamatan, hingga perayaan hari besar agama seperti Idul Fitri dan Imlek.

Asal Tionghoa dalam Masakan Nusantara

Menariknya, kata "gipang" atau "bipang" dianggap berasal dari bahasa Hokkien bí-phang yang artinya "beras harum", menunjukkan pengaruh besar dari komunitas Tionghoa.

Gipang diduga pertama kali diperkenalkan oleh penduduk Tionghoa berupa bahan ketan yang dicampur gula, kemudian diadopsi oleh masyarakat setempat sebagai sumber energi, khususnya bagi para petani saat musim panen.

Kini, gipang tidak hanya tersedia dalam versi tradisional.

Kemunculan rasa baru seperti cokelat, keju, dan buah semakin berkembang sesuai dengan preferensi generasi terbaru.

Namun, teknik dasar dalam pembuatannya tetap menjaga warisan nenek moyang, menunjukkan keseimbangan antara tradisi dan perubahan.

Di mana saja saya bisa membeli gipang di Solo?

Bagi penduduk Surakarta dan para wisatawan yang ingin mencoba atau membeli gipang sebagai oleh-oleh, berikut dua tempat yang disarankan:

1. Toko Oleh-Oleh Cokro

Berada di wilayah Laweyan, toko ini menjadi tempat pilihan utama bagi para pengunjung yang ingin membawa pulang camilan khas Solo.

Meskipun terkenal karena berbagai produk seperti peyek, keripik, dan bakpia, toko ini juga menawarkan gipang dengan beragam pilihan rasa.

Alamat: Jalan Dr. Rajiman Nomor 609, Laweyan, Surakarta.

Waktu kerja: 05.00 hingga 20.00 WIB, selalu buka setiap hari.

Lokasi Toko Oleh-Oleh Cokro berjarak 5,1 km dari titik nol atau pusat Kota Solo, dapat dicapai dalam waktu 11 menit dengan menggunakan sepeda motor.

2. Pasar Gede Solo

Sebagai salah satu ikon wisata kuliner dan pusat perdagangan tradisional, Pasar Gede menyediakan berbagai macam makanan ringan, termasuk gipang.

Pengunjung dapat mengunjungi pedagang makanan di Pasar Gede.

Pasar Besar Solo terkenal sebagai surga bagi penggemar kuliner tradisional khas Solo.

Lokasi: Jalan Jend. Urip Sumoharjo, Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta.

Jam Kerja: 24 jam tanpa henti.

Pasar Gede Solo berada hanya 800 meter dari titik nol atau pusat Kota Solo, cukup membutuhkan waktu 2 menit untuk sampai dengan berjalan kaki.

(*)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال