4 Kesalahan Umum Pemula yang Ancam Keselamatan Pendaki

Featured Image

Pentingnya Persiapan yang Matang dalam Mendaki Gunung

Mendaki gunung adalah aktivitas yang menantang dan membutuhkan persiapan yang matang. Banyak pendaki pemula sering kali terlalu antusias untuk mencapai puncak tanpa mempertimbangkan risiko yang bisa muncul akibat kurangnya persiapan. Dalam hal ini, penting bagi setiap pendaki untuk memahami dasar-dasar keselamatan agar pengalaman mendaki tetap menyenangkan dan aman.

Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan Pendaki Pemula

1. Tidak Melakukan Latihan Fisik

Salah satu kesalahan umum yang sering dilakukan oleh pendaki pemula adalah tidak melakukan latihan fisik sebelum naik ke gunung. Mereka sering datang dengan kondisi tubuh yang belum siap menghadapi medan yang curam dan berat. Selain stamina yang kuat, pendakian juga membutuhkan daya tahan dan kemampuan beradaptasi di lingkungan ekstrem.

Contohnya, Sulthan, anggota MAHACITA UPI, pernah mengalami sendiri dampak dari tidak melakukan persiapan fisik. Ia mengatakan bahwa jika seseorang tidak berolahraga atau tidak mempersiapkan diri dengan baik, maka mereka tidak diperbolehkan untuk mendaki. Untuk mempersiapkan diri, latihan seperti jogging ringan, naik-turun tangga, atau membawa beban berat bisa menjadi pilihan yang efektif.

2. Membawa Perlengkapan Seadanya

Masih banyak pendaki yang kurang memperhatikan perlengkapan yang dibutuhkan. Mereka hanya membawa jaket dan tenda tipis, tanpa memperhatikan perlengkapan penting seperti sleeping bag, matras, tenda dua lapis, atau sepatu gunung. Hal ini bisa menyebabkan ketidaknyamanan selama perjalanan, bahkan berisiko terkena hipotermia.

Sulthan menjelaskan bahwa beberapa perlengkapan wajib harus disiapkan, seperti matras, sepatu, sleeping bag, dan tenda. Ia juga menekankan pentingnya memahami medan yang akan dilalui. Misalnya, saat melewati jalur Torean di Gunung Rinjani, perlengkapan seperti webbing, cowstail, dan carabiner harus tersedia. Jika seseorang tidak bisa menggunakan alat tersebut, sebaiknya belajar terlebih dahulu.

3. Mengabaikan Etika Alami dan Budaya Lokal

Etika sering kali diabaikan oleh pendaki pemula. Contohnya, membuang sampah sembarangan atau merusak jalur pendakian. Setiap kawasan memiliki aturan sendiri, baik itu taman nasional, suaka margasatwa, maupun cagar alam. Selain itu, jalur pendakian sering kali melewati desa adat yang memiliki norma dan budaya sendiri.

Menghargai budaya lokal dan menjaga sikap serta tutur kata bukan hanya soal sopan santun, tetapi juga bagian dari etika sebagai tamu di daerah yang dikunjungi. Pendaki seharusnya menjaga kebersihan dan tidak meninggalkan jejak negatif di tempat yang dikunjungi.

4. Kurang Memperhatikan Mental dan Kelompok Pendakian

Mental dan kelompok pendakian sering kali diabaikan oleh pendaki pemula. Saat cuaca buruk atau fisik mulai melemah, mental menjadi penentu apakah seseorang akan melanjutkan pendakian atau tidak. Selain itu, memilih kelompok yang mendukung juga sangat penting.

Menurut Sulthan, pendaki pemula sebaiknya mendaki bersama orang-orang yang sudah berpengalaman. Kelompok yang baik bisa memberikan dukungan mental yang baik. Jika seseorang belum memiliki pengetahuan tentang pendakian, ia bisa mencari informasi melalui konten edukatif di media sosial atau ikut kegiatan komunitas.

Dengan memahami kesalahan-kesalahan umum yang sering dilakukan, pendaki pemula dapat lebih waspada dan mempersiapkan diri dengan baik. Dengan demikian, pengalaman mendaki akan menjadi lebih menyenangkan dan aman.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال